KENDARI — Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan potensi mahasiswa melalui kegiatan yang mengintegrasikan aspek olahraga dan seni budaya. Pada Selasa hingga Kamis, 15-17 April 2026, Unit Aspirasi Mahasiswa (UAM) menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang melibatkan lebih dari 800 peserta dari berbagai program studi.
Acara yang diselenggarakan di Kampus Utama Universitas Mandila Waluya, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 45, Kelurahan Wua-Wua, Kendari ini menampilkan rangkaian pertandingan olahraga tradisional dan modern, sekaligus pameran seni budaya lokal dan nasional. Festival ini menjadi ajang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan, membangun kerja sama tim, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Ketua Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, Dian Pratama Kusuma, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya wadah yang mengakomodasi pengembangan bakat mahasiswa secara holistik. “Kami melihat bahwa mahasiswa kami tidak hanya membutuhkan ruang akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengeksplorasi minat di bidang olahraga dan seni. Festival ini adalah jawaban dari aspirasi tersebut,” ujar Dian dalam wawancara eksklusif pada Senin, 14 April 2026.
### Ragam Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Program olahraga dalam festival ini mencakup sepuluh cabang dengan standar kompetisi yang ketat. Adapun cabang-cabang yang dipertandingkan meliputi futsal putra dan putri, bola voli putra dan putri, badminton tunggal dan ganda, tenis meja, basket putra, catur, dan bulu tangkis. Setiap cabang dibagi berdasarkan jenis kelamin dan tingkat kemampuan untuk memastikan kompetisi yang fair dan inklusif.
Panitia Festival melaporkan bahwa pendaftaran peserta dari berbagai fakultas menunjukkan animo yang luar biasa. Fakultas Teknik mengirimkan kontingen terbesar dengan 156 peserta, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dengan 142 peserta, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan 138 peserta. Bahkan unit-unit kecil seperti Fakultas Pertanian turut berkontribusi dengan mengirimkan 89 peserta.
“Kami sangat terkesan dengan partisipasi mahasiswa. Bahkan dari fakultas yang biasanya tidak aktif di ajang olahraga, mereka menunjukkan semangat yang tinggi. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Mandala Waluya memiliki potensi besar yang perlu diberdayakan,” kata Dian Pratama Kusuma.
Ketua Panitia Cabang Futsal, Rendra Wijaya, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika, menjelaskan bahwa turnamen futsal tahun ini menampilkan 24 tim dengan sistem kompetisi yang lebih terstruktur dibanding tahun sebelumnya. “Kami membagi peserta menjadi dua kategori: kategori reguler untuk tim yang kompetitif dan kategori komunitas untuk tim yang lebih santai. Ini memastikan bahwa semua orang memiliki kesempatan bermain yang menyenangkan sesuai levelnya,” jelasnya.
### Pameran Seni Budaya: Memamerkan Kekayaan Lokal
Selain rangkaian olahraga, Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 juga menampilkan pameran seni budaya yang menghadirkan karya-karya mahasiswa dalam berbagai medium. Pameran ini dibagi menjadi empat kategori utama: seni rupa tradisional, seni rupa modern, kerajinan tangan, dan seni pertunjukan.
Kategori seni rupa tradisional menampilkan karya-karya yang terinspirasi dari motif batik Buton, tenun Sulawesi Tenggara, dan ukiran kayu tradisional. Lebih dari 45 karya dipamerkan dalam kategori ini, mencerminkan upaya mahasiswa dalam melestarikan warisan budaya lokal. Sementara itu, kategori seni rupa modern menampilkan 68 karya yang menggabungkan teknik kontemporer dengan sentuhan lokal.
Koordinator Pameran Seni, Siti Nurhaliza, mahasiswi Program Studi Seni Rupa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mengatakan bahwa tema pameran tahun ini adalah “Benang Merah: Tradisi dan Modernitas dalam Seni Mahasiswa Mandala Waluya.” Tema tersebut dipilih untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tidak harus memilih antara menghargai tradisi atau merangkul modernitas, melainkan dapat menggabungkan keduanya dalam ekspresi artistik.
“Banyak pengunjung pameran, termasuk dosen dan pejabat kampus, yang terkejut dengan kualitas karya-karya mahasiswa. Ada beberapa karya yang menurut saya standarnya sudah setara dengan pameran seni profesional. Ini membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki talenta seni yang luar biasa,” ujar Siti dalam keterangan yang diberikan kepada wartawan pada Rabu sore, 16 April 2026.
### Pertunjukan Seni Budaya dan Pertukaran Budaya
Puncak festival adalah pertunjukan seni budaya yang berlangsung setiap malam pada Selasa hingga Kamis pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Pertunjukan menampilkan beragam genre mulai dari tari tradisional Sulawesi Tenggara, penampilan band musik, stand-up comedy, sampai dengan teater modern.
Salah satu pertunjukan yang paling ditunggu adalah pertunjukan tari Poco-Poco modern yang ditarikan oleh 150 mahasiswa secara serentak. Penari-penari tersebut berasal dari berbagai program studi, menunjukkan daya integratif kegiatan seni di kampus. Panitia juga menghadirkan kolaborasi unik antara instrumen tradisional Sulawesi Tenggara dengan instrumen modern dalam sebuah pertunjukan musik fusion yang memukau.
Dosen pembimbing bidang seni budaya, Dr. Harun Mubarak, M.Sn., dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme mahasiswa dalam kegiatan ini. “Saya melihat bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan yang sangat berharga. Mahasiswa belajar tentang kolaborasi, disiplin, kreativitas, dan pemahaman budaya mereka sendiri. Ini adalah pembelajaran yang tidak dapat diperoleh dari ruang kelas biasa,” ujarnya.
### Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Pd., yang hadir secara langsung pada pembukaan festival pada Selasa pagi, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Unit Aspirasi Mahasiswa. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya fokus pada aspek akademik, melainkan juga pengembangan karakter dan kreativitas.
“Universitas Mandala Waluya percaya bahwa mahasiswa yang berkualitas adalah mereka yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya dalam kreativitas, sportivitas, dan pemahaman budaya. Festival ini adalah manifestasi nyata dari filosofi pendidikan holistik yang kami anut,” kata Prof. Bambang dalam sambutan resminya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Suwandi, M.M., juga turut hadir dan memberikan apresiasi khusus kepada Unit Aspirasi Mahasiswa atas dedikasi dalam mengorganisir kegiatan yang kompleks ini. “Yang mengagumkan adalah bahwa semua ini diorganisir sepenuhnya oleh mahasiswa. Mereka yang merencanakan, mereka yang melaksanakan, dan mereka yang mengevaluasi. Ini adalah pengalaman kepemimpinan yang sangat berharga bagi pengembangan karakter pemimpin muda,” ungkapnya.
### Dampak dan Harapan ke Depan
Pelaksanaan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa dan ekosistem kampus secara umum. Dari sisi olahraga, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi talenta-talenta baru yang potensial untuk diikutkan dalam kompetisi antarkampus. Dari sisi seni budaya, festival ini menghasilkan dokumentasi visual yang kaya dan menjadi arsip budaya bagi generasi mahasiswa Mandala Waluya di masa depan.
Mahasiswa peserta turnamen futsal, Ardi Gunawan dari Program Studi Manajemen, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikannya motivasi tambahan untuk tetap aktif dalam olahraga sambil menjalani studi. “Sebelumnya saya pikir saya tidak punya waktu untuk olahraga karena tugas kuliah. Tapi melalui festival ini, saya menyadari bahwa olahraga malah membuat saya lebih produktif dan fokus dalam belajar,” katanya dengan antusias.
Mahasiswi peserta pameran seni, Lestari Dwi Putri dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa, bercerita bahwa melalui pameran ini, karyanya mendapat perhatian dari salah satu galeri seni di Kendari. “Kemungkinan ada proyek kolaborasi untuk pameran bersama. Ini adalah kesempatan emas yang saya dapatkan berkat festival ini,” ungkapnya sambil tersenyum bangga.
Ke depannya, Unit Aspirasi Mahasiswa merencanakan untuk menjadikan Festival Olahraga dan Seni Budaya sebagai acara tahunan yang terus ditingkatkan kualitasnya. Rencana ekspansi mencakup penambahan cabang olahraga, perluasan kategori seni budaya, dan kemungkinan melibatkan kampus-kampus lain di Sulawesi Tenggara untuk menciptakan dinamika yang lebih kaya.
“Tahun depan, kami ingin membuat kompetisi yang lebih besar. Misalnya, mengundang mahasiswa dari kampus lain di Kendari dan Sulawesi Tenggara untuk berpartisipasi. Ini akan menjadi platform pertukaran seni dan olahraga yang lebih bermakna,” ungkap Ketua UAM Dian Pratama Kusuma dalam rencana jangka panjangnya.
### Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa mahasiswa kampus ini memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan dedikasi panitia yang solid, acara ini menciptakan ekosistem kreatif yang menginspirasi.
Keberhasilan festival ini bukan hanya diukur dari jumlah peserta atau keindahan pertunjukan, melainkan dari dampaknya terhadap pengembangan kepribadian mahasiswa dan pelestarian budaya lokal. Harapannya, kegiatan serupa akan terus berlanjut dan berkembang sebagai bagian integral dari pengalaman mahasiswa Universitas Mandala Waluya, menciptakan alumni yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga kaya dalam kreativitas dan pemahaman budaya.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dan observasi lapangan pada 14-16 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut, pembaca dapat menghubungi Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya melalui Instagram @uam.mandalawaluya atau email [email protected].