KENDARI — Universitas Mandila Waluya kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Pencapaian gemilang tersebut diraih ketika tim debat dari Unit Aspirasi Mahasiswa (UAM) Universitas Mandala Waluya berhasil meraih juara pertama dalam ajang Kompetisi Debat Nasional Indonesia (KDNI) tahun 2026, yang diselenggarakan di Jakarta pada periode 14-17 April 2026.
Tim yang terdiri dari empat mahasiswa berbakat tersebut mengalahkan 47 universitas peserta dari seluruh nusantara, membuktikan bahwa kompetensi akademis dan kemampuan argumentasi mahasiswa Mandala Waluya telah mencapai standar internasional. Prestasi ini menjadi yang terbesar bagi kampus yang berlokasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam kategori kompetisi debat akademik.
Perjalanan Menuju Juara
Tim debat Universitas Mandala Waluya yang meraih prestasi tertinggi dalam KDNI 2026 terdiri dari empat tokoh mahasiswa yang menunjukkan dedikasi luar biasa. Mereka adalah Maharaja Dwi Pratama (21 tahun, mahasiswa Fakultas Hukum semester enam), Sinta Permatasari (20 tahun, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik semester lima), Firman Kadir (22 tahun, Fakultas Ekonomi dan Bisnis semester tujuh), dan Astrid Halimah (19 tahun, Fakultas Pendidikan semester empat).
Perjalanan menuju puncak prestasi ini dimulai sejak Januari 2026, ketika Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya membuka pendaftaran untuk membentuk tim kompetisi debat tingkat nasional. Lebih dari 30 mahasiswa dari berbagai fakultas mendaftar untuk mengikuti seleksi awal. Setelah melalui serangkaian tes argumentasi, kemampuan berbicara publik, penguasaan topik, dan simulasi debat, keempat nama tersebut akhirnya terpilih sebagai anggota tim inti.
“Proses seleksi kami sangat ketat dan komprehensif,” ujar Dr. Bambang Suryanto, Kepala Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, dalam wawancara mendalam dengan media kampus pada Jumat, 17 April 2026. “Kami tidak hanya mencari mahasiswa pintar, tetapi juga yang memiliki karakter kuat, ketekunan tinggi, dan kemampuan bekerja sama dalam tim yang solid.”
Setelah tim terbentuk, persiapan intensif dimulai dengan mengundang pelatih debat profesional dari Jakarta. Mereka adalah Rinto Wijaya, seorang mantan juara debat nasional dan internasional, serta Dra. Sulianti Paramita, M.Hum., akademisi dari Universitas Indonesia yang fokus pada retorika dan argumentasi logis. Latihan dilakukan tiga kali seminggu dengan durasi empat hingga lima jam setiap sesinya.
“Materi yang kami kerjakan mencakup berbagai topik kontroversial yang relevan dengan situasi sosial, ekonomi, dan politik nasional dan global,” kata Maharaja Dwi Pratama, ketua tim debat, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. “Kami mempelajari data, statistik, peraturan perundang-undangan, serta perspektif berbeda dari setiap isu yang mungkin dibahas dalam kompetisi.”
Momentum di Jakarta dan Kemenangan Dramatis
Kompetisi Debat Nasional Indonesia (KDNI) 2026 adalah ajang prestisius yang diselenggarakan oleh Federasi Debat Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kompetisi yang berlangsung di Jakarta Convention Center ini menghadirkan peserta terbaik dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Surabaya, dan lembaga-lembaga pendidikan unggulan lainnya.
Tim Universitas Mandala Waluya masuk ke putaran penyisihan dengan topik debat yang sangat menantang: “Kebijakan Ekonomi Sirkular Indonesia Dapat Mengatasi Krisis Lingkungan Tanpa Mengorbankan Pertumbuhan Ekonomi.” Dalam putaran pertama, tim ini berhasil memenangkan debat melawan universitas dari Malang dengan skor keputusan hakim yang unanimus (bulat).
Putaran kedua membawa topik yang lebih kompleks lagi: “Regulasi Media Sosial yang Ketat Lebih Efektif Melindungi Privasi Daripada Regulasi Berbasis Industri Swadaya.” Di babak ini, tim Mandala Waluya berdebat dengan Tim dari Universitas Pelita Harapan. Pertandingan ini berlangsung sengit selama 90 menit dengan pertukaran argumen yang sangat tajam. Akhirnya, mahasiswa Kendari ini keluar sebagai pemenang dengan keputusan hakim yang cukup tipis, namun tetap konsisten di tiga dari lima juri.
“Saat kami menunggu pengumuman hasil putaran kedua, kami sangat nervous,” ungkap Sinta Permatasari, yang berperan sebagai second speaker tim. “Tapi ketika nama kami dipanggil sebagai pemenang, kami langsung bersyukur. Itu adalah momen yang tidak akan pernah kami lupakan selamanya.”
Dalam babak semifinal, Universitas Mandala Waluya menerima topik debat: “Transisi Energi Terbarukan Indonesia Seharusnya Dipercepat Meski Mengorbankan Lapangan Kerja Sektor Migas.” Tim ini ditugaskan untuk membela sisi yang mendukung percepatan transisi. Dengan analisis mendalam tentang aspek ekonomi jangka panjang, sustainability, dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan, tim ini berhasil meyakinkan empat dari lima juri untuk memberikan suara kepada mereka.
Momen puncak tiba saat final grand championship, dimana Universitas Mandala Waluya bertemu dengan tim dari Universitas Hasanuddin Makassar. Topik final adalah: “Perguruan Tinggi Negeri Harus Diberikan Otonomi Penuh dalam Penetapan Biaya Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas.” Tim Mandala Waluya ditugaskan untuk membela posisi oposisi yang menentang otonomi penuh tersebut.
Firman Kadir, sebagai first speaker tim, membuka debat dengan data komprehensif tentang dampak sosial dari kenaikan biaya pendidikan di beberapa negara. Astrid Halimah, sebagai third speaker, menghadirkan sintesis brilliant yang menghubungkan konsep keadilan sosial dengan kualitas pendidikan, menciptakan narasi yang compelling dan persuasif. Setelah 120 menit debat yang sangat intens, semua lima juri secara bulat memberikan keputusan untuk tim Universitas Mandala Waluya sebagai juara pertama KDNI 2026.
Dukungan Pimpinan Kampus
Pencapaian luar biasa ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Mandala Waluya. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Si., menyatakan kebanggaannya melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Jumat pagi, 17 April 2026, seusai tim pemenang kembali ke Kendari.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen yang konsisten dari mahasiswa-mahasiswa kami. Unit Aspirasi Mahasiswa telah menunjukkan bahwa Universitas Mandala Waluya mampu melahirkan lulusan yang kompetitif tidak hanya di tingkat lokal atau regional, tetapi juga nasional,” kata Prof. Dr. H. Sudarman dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Rektorat.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi perguruan tinggi yang dikenal sebagai pencetak talenta terbaik di Indonesia. “Kami tidak hanya fokus pada akademik dalam kelas, tetapi juga pada pengembangan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai kompetisi dan aktivitas ekstrakurikuler,” tambahnya.
Dr. Bambang Suryanto, Kepala UAM, juga memberikan penjelasan mendalam tentang sistem pembinaan mahasiswa berprestasi di unitnya. “Unit Aspirasi Mahasiswa tidak hanya menangani masalah kesejahteraan mahasiswa, tetapi juga menjadi incubator bagi talenta-talenta khusus di bidang olahraga, seni, dan akademik seperti debat. Kami telah mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk mendukung pengembangan mahasiswa-mahasiswa berbakat ini,” jelasnya dengan rinci.
Beliau juga menyebutkan bahwa kesuksesan tim debat ini membuka peluang bagi unit untuk mengembangkan program pelatihan bagi mahasiswa dalam kompetisi akademik lainnya. “Kami sedang merancang program inkubasi untuk kompetisi case study, moot court, dan scientific writing. Visi kami adalah membuat Universitas Mandala Waluya sebagai kampus yang terkenal dengan prestasi akademik berbagai jenisnya,” kata Dr. Bambang Suryanto dengan penuh optimisme.
Dampak dan Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Kemenangan tim debat Universitas Mandala Waluya ini memberikan inspirasi yang mendalam bagi mahasiswa-mahasiswa lain di kampus. Banyak mahasiswa yang sebelumnya pasif dalam kegiatan akademik ekstrakurikuler mulai menunjukkan minat untuk bergabung dengan unit-unit prestasi di kampus.
“Setelah melihat prestasi tim debat kami, saya menjadi termotivasi untuk mengikuti kompetisi akuntansi nasional tahun depan,” ujar Rendra Kusuma, mahasiswa Fakultas Ekonomi semester lima, yang menjadi salah satu peserta seleksi tim debat cadangan.
Pengaruh positif ini juga terlihat dari peningkatan jumlah pendaftar dalam beberapa kompetisi akademik lainnya yang diselenggarakan setelah pengumuman kemenangan tim debat. Data dari Unit Aspirasi Mahasiswa menunjukkan bahwa pendaftaran untuk program pelatihan kepemimpinan dan workshop public speaking meningkat 65 persen dalam dua minggu terakhir.
Bukan hanya itu, prestasi ini juga memberikan dampak pada citra Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional. Berbagai media nasional, termasuk portal berita pendidikan terkemuka, meliput pencapaian tim debat ini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat calon mahasiswa dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Mandala Waluya.
Rencana Pengembangan Berkelanjutan
Mengikuti kesuksesan yang telah diraih, Universitas Mandala Waluya telah merencanakan berbagai inisiatif untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi mahasiswa di masa depan. Salah satunya adalah pembentukan Center for Academic Excellence yang akan menjadi wadah khusus untuk membina mahasiswa berbakat di berbagai bidang akademik kompetitif.
“Kami akan membentuk pusat keunggulan akademik yang akan mengelola berbagai tim kompetisi, menyediakan fasilitas latihan yang lebih baik, dan mengalokasikan dana khusus untuk pelatihan dan kompetisi,” rencana Prof. Dr. H. Sudarman, seperti yang diberitakan dalam pernyataan visi Rektorat.
Selain itu, universitas juga sedang merancang program beasiswa khusus untuk mahasiswa berprestasi akademik tinggi yang akan memfokuskan diri pada berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional. Program ini diharapkan dapat menarik talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia untuk bergabung dengan Universitas Mandala Waluya.
Penutup
Kemenangan tim debat Universitas Mandala Waluya dalam Kompetisi Debat Nasional Indonesia 2026 adalah bukti nyata bahwa kampus yang berlokasi di Kendari ini mampu bersaing dengan universitas-universitas besar di Indonesia. Prestasi ini bukan semata-mata hasil dari kemampuan intelektual mahasiswa semata, tetapi juga dukungan institusional yang kuat, pembinaan profesional, dan semangat pengabdian dari para pendidik dan pembimbing.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini dapat menjadi momentum bagi Universitas Mandala Waluya untuk terus mengembangkan programnya dalam membangun mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang tinggi. Dengan terus berinovasi dan memberikan dukungan optimal kepada mahasiswa berbakat, Universitas Mandala Waluya diproyeksikan akan terus menorehkan prestasi di panggung nasional dan bahkan internasional.
Sebagai penutup, perjalanan menuju puncak prestasi tim debat Universitas Mandala Waluya adalah inspirasi bagi semua mahasiswa di kampus ini bahwa dengan usaha keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai. Selamat kepada tim debat Universitas Mandala Waluya atas prestasi luar biasa ini, dan semoga dapat menjadi pendorong bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan meraih prestasi tertinggi.