KENDARI – Unit Aspirasi Mahasiswa (UAM) Universitas Mandala Waluya berhasil menyelenggarakan Forum Aspirasi Mahasiswa tingkat universitas yang melibatkan seluruh badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 19 April 2026, di Aula Utama Kampus Pusat Universitas Mandala Waluya ini mencatat partisipasi lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi.
Acara yang bertema “Membangun Sinergi Organisasi Mahasiswa untuk Kemajuan Akademik dan Kampus” ini menjadi bukti komitmen organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan kampus. Forum aspirasi ini dirancang sebagai sarana komunikasi dua arah antara mahasiswa, pimpinan organisasi kemahasiswaan, dan pihak rektorat untuk membahas berbagai isu dan tantangan yang dihadapi komunitas mahasiswa.
Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Penyelenggaraan Forum Aspirasi Mahasiswa 2026 ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mempererat hubungan antar organisasi mahasiswa yang sebelumnya terlihat kurang terkoordinasi. Menurut data internal Unit Aspirasi Mahasiswa, terdapat 23 organisasi tingkat universitas dan lebih dari 100 unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang tersebar di berbagai fakultas dan departemen di Universitas Mandala Waluya.
Koordinasi yang kurang optimal di antara organisasi-organisasi tersebut sering kali menghasilkan overlapping program kerja, duplikasi kegiatan, dan kurangnya sinergi dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa kepada pihak manajemen kampus. Oleh karena itu, Unit Aspirasi Mahasiswa mengambil inisiatif untuk mengadakan forum yang komprehensif dan inklusif guna mengintegrasikan semua elemen organisasi kemahasiswaan.
“Kami melihat kebutuhan nyata untuk menciptakan platform yang memungkinkan seluruh organisasi mahasiswa berbicara dengan satu suara. Forum ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan solidaritas mahasiswa yang lebih kuat,” ungkap Dian Pramudya, Ketua Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, dalam sambutannya di awal acara.
Agenda dan Jalannya Kegiatan
Forum Aspirasi Mahasiswa dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Suryanto, M.Sc. Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor menekankan pentingnya dialog konstruktif antara mahasiswa dan institusi untuk membangun kampus yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
“Universitas Mandila Waluya menghargai setiap aspirasi dan masukan dari mahasiswa. Kami percaya bahwa mahasiswa adalah aset terbesar institusi ini, dan suara kalian sangat penting dalam pengembangan kampus ke depan,” jelas Dr. Bambang Suryanto di hadapan seluruh peserta.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan tiga pembicara utama. Panel pertama membahas topik “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Pengembangan Soft Skills dan Kompetensi Mahasiswa” dengan pembicara Muhammad Rizky Pratama, koordinator Program Pengembangan Kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik, Yustina Samosir dari Organisasi Pramuka Universitas Mandala Waluya, dan Dr. Nur Hasanah, M.Pd., dosen pembimbing dari Pusat Pengembangan Kepribadian Mahasiswa.
Panel kedua mengupas “Strategi Komunikasi Efektif antara Organisasi Mahasiswa dan Manajemen Kampus” dengan menghadirkan Ketua BEM Universitas Mandala Waluya Fahmi Akbar Rahman, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Universitas Mandala Waluya Siti Nurhaliza, dan pakar komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Hamid Suryadi, M.Si.
Sementara itu, panel ketiga memfokuskan pada “Keberlanjutan dan Inovasi Program Kerja Organisasi Mahasiswa” dengan pembicara Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maria Oktaviana, Kepala UKM Fotografi Mandala Vision Arief Gunawan, serta Ibu Dr. Suharni, M.M., dari bagian Kurikulum dan Pembelajaran.
Partisipasi Aktif dan Antusiasme Mahasiswa
Menariknya, partisipasi dalam forum ini tidak hanya bersifat pasif. Panitia menyediakan tiga mekanisme untuk mahasiswa mengaktualisasikan aspirasi mereka. Pertama, melalui sesi tanya jawab langsung dengan panel pembicara. Kedua, pengisian formulir aspirasi yang telah disiapkan di berbagai sudut aula. Ketiga, melalui sesi “Kursi Kosong” di mana mahasiswa dapat langsung berbicara dengan perwakilan pimpinan institusi.
Respons mahasiswa sangat antusias. Dalam sesi tanya jawab, lebih dari 30 pertanyaan dan masukan diajukan oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Topik yang diangkat beragam, mulai dari permintaan peningkatan sarana dan prasarana organisasi, pelatihan kepemimpinan yang lebih berkelanjutan, hingga permintaan transparansi anggaran organisasi mahasiswa.
Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian datang dari Eka Sulistyowati, mahasiswa semester enam Fakultas Pendidikan yang merupakan anggota aktif BEM Fakultas. “Kami sering menghadapi kendala dalam pengelolaan anggaran organisasi karena proses yang berbelit-belit. Bisakah manajemen kampus menyederhanakan prosedur persetujuan anggaran kami?” tanya Eka dengan nada serius.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Ketua BEM Universitas Mandala Waluya, Fahmi Akbar Rahman. “Itu adalah catatan penting untuk kami. Memang ada aspek administratif yang perlu disederhanakan, dan saya sudah berkomunikasi dengan pihak rektorat mengenai hal ini. Kami akan terus memperjuangkan efisiensi dalam setiap proses,” ungkap Fahmi.
Komitmen Manajemen Kampus
Merespons berbagai pertanyaan dan masukan mahasiswa, Dr. Bambang Suryanto selaku Wakil Rektor memberikan komitmen konkret. Beliau menjanjikan bahwa manajemen kampus akan membentuk tim khusus untuk meninjau kembali prosedur administratif yang berkaitan dengan kegiatan organisasi mahasiswa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
“Kami akan melibatkan representatif mahasiswa dalam proses review ini untuk memastikan bahwa solusi yang kami tawarkan benar-benar dapat menjawab kebutuhan mereka. Dengan cara ini, kami tidak hanya mendengarkan aspirasi mahasiswa, tetapi juga mengambil tindakan nyata,” ujar Dr. Bambang Suryanto dengan penuh kesungguhan.
Selain itu, manajemen kampus juga berkomitmen untuk menyelenggarakan forum serupa setiap semester untuk memastikan komunikasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan institusi. Rencana ini tertuang dalam Pernyataan Bersama yang ditandatangani oleh Wakil Rektor, Ketua BEM, dan Ketua Unit Aspirasi Mahasiswa di akhir acara.
Dukungan Organisasi Kemahasiswaan Lainnya
Keberhasilan penyelenggaraan Forum Aspirasi Mahasiswa tidak terlepas dari dukungan berbagai organisasi kemahasiswaan lainnya. Mahasiswa dari KMPB (Komunitas Mahasiswa Pencinta Buku), HIMA (Himpunan Mahasiswa) dari berbagai fakultas, organisasi seni dan budaya seperti Teater Mandala, Paduan Suara Universitas, dan berbagai UKM lainnya turut aktif dalam persiapan dan pelaksanaan acara.
Dodi Sugiarto, Koordinator UKM Olahraga Universitas Mandala Waluya, menyatakan bahwa forum ini memberikan momentum penting bagi semua organisasi mahasiswa untuk berkontribusi secara maksimal. “Sebelum ada forum ini, kami merasa sedikit terisolasi dalam menjalankan program kerja. Kini dengan adanya koordinasi yang lebih baik, kami bisa saling mendukung dan bahkan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan,” kata Dodi dengan optimis.
Hasil dan Output Forum
Dari formulir aspirasi yang terkumpul, panitia mengidentifikasi sepuluh isu utama yang perlu menjadi perhatian manajemen kampus dan organisasi kemahasiswaan. Isu-isu tersebut meliputi: (1) peningkatan alokasi ruang dan fasilitas kantor organisasi, (2) transparansi penggunaan dana aspirasi mahasiswa, (3) pelatihan kapasitas kepemimpinan yang lebih terstruktur, (4) peningkatan partisipasi mahasiswa dalam pengambilan keputusan strategis kampus, (5) program mentoring dari alumni sukses, (6) peningkatan keselamatan dan keamanan kampus terutama pada malam hari, (7) perbaikan sistem transportasi internal kampus, (8) pengembangan perpustakaan digital yang lebih baik, (9) program kesehatan mental untuk mahasiswa yang lebih komprehensif, dan (10) kolaborasi lintas organisasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Dari 10 isu utama tersebut, kami akan membentuk kelompok kerja khusus yang melibatkan perwakilan mahasiswa, dosen, dan administrasi. Setiap kelompok kerja akan memiliki target waktu untuk memberikan rekomendasi solusi,” jelas Dian Pramudya, Ketua Unit Aspirasi Mahasiswa.
Dampak Jangka Panjang
Para pakar pendidikan melihat inisiatif seperti ini sebagai langkah positif dalam membangun budaya akademik yang lebih demokratis dan partisipatif. Dr. Hamid Suryadi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan kampus bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, tetapi juga bagi institusi.
“Ketika mahasiswa merasa didengar dan memiliki peran dalam pengambilan keputusan, mereka akan lebih committed terhadap institusi. Ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas akademik dan kehidupan kampus secara keseluruhan,” analisa Dr. Hamid Suryadi dalam percakapan dengan redaksi setelah acara berlangsung.
Penutup dan Harapan ke Depan
Forum Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya 2026 berhasil menciptakan momentum penting untuk memperkuat dialog dan kolaborasi antara mahasiswa dengan institusi. Kehadiran lebih dari 500 peserta, partisipasi aktif dari berbagai organisasi, dan respons positif dari manajemen kampus menjadi indikator bahwa forum ini telah mencapai tujuannya.
Ke depan, organisasi mahasiswa dan manajemen kampus berkomitmen untuk tidak hanya menjadikan forum ini sebagai ajang sekali setahun, tetapi sebagai bagian integral dari budaya kampus Universitas Mandala Waluya. Dengan cara ini, Universitas Mandala Waluya di Kendari diharapkan dapat terus berkembang menjadi institusi yang responsif, inklusif, dan sejalan dengan aspirasi mahasiswanya.
Fahmi Akbar Rahman, Ketua BEM Universitas Mandala Waluya, menutup statement akhirnya dengan pesan yang inspiratif: “Kami percaya bahwa mahasiswa bukan hanya pengguna jasa pendidikan, tetapi adalah mitra sejati dalam membangun masa depan kampus dan bangsa. Forum ini adalah awal dari komitmen kami untuk menunjukkan bahwa suara mahasiswa memiliki nilai dan dampak nyata.”
—
[Berita ini disiarkan oleh Humas Universitas Mandala Waluya pada 19 April 2026]