KENDARI — Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan penelitian inovatif yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan nasional. Melalui kolaborasi intensif antara dosen pembimbing dan mahasiswa berprestasi, kampus yang berlokasi di Kendari ini telah melahirkan sejumlah temuan penelitian yang mendapat sorotan dari berbagai lembaga penelitian tingkat nasional dan internasional.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem akademik di Universitas Mandila Waluya, khususnya Unit Aspirasi Mahasiswa, terus berkembang menjadi pusat inovasi yang dinamis. Pada tahun akademik 2025-2026, setidaknya lima penelitian unggulan telah dihasilkan dari kolaborasi antara civitas akademika, dengan fokus utama pada pengembangan teknologi ramah lingkungan dan solusi permasalahan sosial kemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Ekosistem Penelitian yang Mendukung
Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, yang menjadi mitra strategis dalam mengorganisir kegiatan penelitian, telah memainkan peran krusial dalam memfasilitasi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam aktivitas riset akademik. Unit yang diketuai oleh Siti Nurhaliza, seorang mahasiswa semester delapan jurusan Teknik Lingkungan, menjelaskan bahwa peningkatan penelitian inovatif tidak terlepas dari dukungan infrastruktur dan pendanaan yang memadai dari pihak rektorat.
“Kami percaya bahwa penelitian adalah jantung dari universitas modern. Oleh karena itu, Unit Aspirasi Mahasiswa telah mengalokasikan ruang khusus bernama Innovation Lab, yang dapat diakses oleh semua mahasiswa yang ingin mengembangkan ide-ide kreatif mereka,” ungkap Siti dalam wawancara di ruang kantor Unit Aspirasi Mahasiswa, Rabu (02 April 2026).
Penelitian inovatif yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Mandala Waluya tidak hanya bersifat teoretis, melainkan juga memiliki aplikasi praktis yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Hal ini menjadi filosofi utama yang dipegang oleh institusi pendidikan tinggi ini dalam menjalankan misinya sebagai lembaga pengembang sumber daya manusia berkualitas.
Penelitian Unggulan dalam Berbagai Bidang
Salah satu penelitian unggulan yang berhasil dikembangkan adalah penelitian berjudul “Sistem Pengolahan Air Limbah Berbasis Teknologi Biofilm Aerobik untuk Industri Kecil Menengah di Kendari.” Penelitian ini melibatkan lima mahasiswa dari jurusan Teknik Lingkungan dan dua dosen pembimbing, yaitu Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc. dan Ir. Hesti Widayanti, S.T., M.T.
Dr. Bambang Sutrisno, ketua peneliti sekaligus dosen senior di Jurusan Teknik Lingkungan, menjelaskan bahwa penelitian ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh industri kecil menengah (IKM) di Kendari. “Mayoritas IKM di Kendari, terutama di sektor pengolahan ikan dan pertanian, tidak memiliki sistem pengolahan air limbah yang memadai. Akibatnya, mereka sering mencemari sungai-sungai lokal. Kami ingin menciptakan solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga terjangkau bagi skala usaha kecil,” jelas Dr. Bambang saat diwawancarai di laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Mandala Waluya.
Teknologi biofilm aerobik yang dikembangkan tim peneliti ini terbukti mampu mengurangi beban pencemaran limbah hingga 85 persen dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan teknologi pengolahan air limbah konvensional. Hasil penelitian ini telah dipresentasikan di Seminar Nasional Teknik Lingkungan 2026 di Yogyakarta dan mendapat apresiasi tinggi dari komunitas akademis nasional.
Penelitian kedua yang tidak kalah penting adalah “Aplikasi Artificial Intelligence dalam Sistem Deteksi Dini Penyakit Malaria untuk Daerah Terpencil di Sulawesi Tenggara.” Penelitian ini melibatkan enam mahasiswa dari Jurusan Informatika dan Jurusan Kesehatan Masyarakat, serta dibimbing oleh Dr. Rini Kusuma Dewi, Ph.D. dan Dr. Yusuf Hanani, M.H.
Dr. Rini Kusuma Dewi, dalam kesempatan wawancara, menyampaikan bahwa akses ke layanan kesehatan yang terbatas di daerah terpencil menjadi latar belakang penelitian ini. “Daerah-daerah terpencil di Sulawesi Tenggara, termasuk beberapa pulau kecil, memiliki tingkat kejadian malaria yang tinggi. Namun, mereka sering kesulitan mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat karena keterbatasan tenaga medis spesialis,” ungkap Dr. Rini.
Sistem AI yang dikembangkan dapat melakukan analisis mikroskop darah digital dengan akurasi mencapai 92 persen, bahkan dapat diakses melalui aplikasi mobile yang sederhana. Inovasi ini telah menarik perhatian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan sedang dalam tahap uji coba di beberapa puskesmas di daerah terpencil Sulawesi Tenggara.
Dukungan Institusional yang Kuat
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Suryanto, M.A., dalam sambutannya di acara presentasi hasil penelitian yang diadakan pada tanggal 03 April 2026, menekankan komitmen institusi terhadap pengembangan budaya riset. “Universitas Mandala Waluya tidak hanya ingin menjadi universitas yang menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga ingin berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan nasional melalui penelitian yang inovatif dan relevan,” kata Prof. Suryanto dalam sambutannya.
Prof. Suryanto menambahkan bahwa universitas telah mengalokasikan anggaran khusus senilai 2,5 miliar rupiah untuk mendukung penelitian dosen dan mahasiswa pada tahun anggaran 2026. Dana ini tidak hanya untuk biaya operasional penelitian, tetapi juga untuk pembelian peralatan laboratorium dan pengiriman hasil penelitian ke forum-forum akademis internasional.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Muhammad Hasan, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian diimbangi dengan pembenahan sistem mekanisme penelitian di universitas. “Kami telah menerapkan sistem merit-based research proposal, di mana setiap proposal penelitian dievaluasi secara ketat oleh reviewer eksternal. Hal ini memastikan bahwa penelitian yang kami danai benar-benar memiliki kualitas akademik yang baik,” tutur Dr. Muhammad Hasan.
Peran Unit Aspirasi Mahasiswa dalam Ekosistem Riset
Unit Aspirasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, selain berperan dalam koordinasi administratif, juga aktif dalam mengorganisir workshop dan seminar penelitian untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan penelitian. Sepanjang tahun 2025, unit ini telah menyelenggarakan lebih dari 15 acara akademik yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan.
Siti Nurhaliza menjelaskan bahwa Unit Aspirasi Mahasiswa juga memfasilitasi kolaborasi antara mahasiswa dari jurusan berbeda untuk menciptakan penelitian interdisipliner. “Kami menyadari bahwa masalah-masalah sosial dan lingkungan yang kompleks membutuhkan pendekatan multidisipliner. Oleh karena itu, kami aktif mendorong kolaborasi antar jurusan dan fakultas,” katanya.
Salah satu contoh nyata dari kolaborasi interdisipliner ini adalah penelitian berjudul “Model Ekonomi Sirkular untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Destinasi Wisata Bahari Sulawesi Tenggara.” Penelitian ini menggabungkan perspektif dari Jurusan Ekonomi, Jurusan Arsitektur, dan Jurusan Pariwisata, serta melibatkan 12 mahasiswa dan empat dosen pembimbing.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penelitian-penelitian yang telah dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan dampak nyata, baik dalam konteks akademis maupun praktis. Tiga dari lima penelitian unggulan tahun ini telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal-jurnal nasional terakreditasi dan satu penelitian sedang dalam proses submission ke jurnal internasional bereputasi.
Selain itu, beberapa penelitian telah berhasil ditransfer ke industri dan pemerintah daerah untuk implementasi. Misalnya, teknologi pengolahan air limbah yang dikembangkan sudah direkomendasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara untuk diadopsi oleh IKM di wilayahnya.
Ke depan, Universitas Mandala Waluya menargetkan peningkatan jumlah penelitian yang dihasilkan sebesar 40 persen pada tahun akademik 2026-2027, serta meningkatkan publikasi internasional sebesar 25 persen. Target ambisius ini didukung oleh komitmen investasi dalam infrastruktur penelitian dan perekrutan dosen dengan track record riset yang kuat.
Penutup
Perjalanan Universitas Mandala Waluya menuju menjadi pusat inovasi penelitian di tingkat nasional menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kolaborasi sinergis antara dosen pembimbing dan mahasiswa yang dimotori oleh Unit Aspirasi Mahasiswa telah menciptakan ekosistem akademik yang sehat dan produktif. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan komitmen untuk terus berinovasi, tidak diragukan lagi bahwa institusi ini akan terus menghasilkan penelitian-penelitian berkontribusi yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat Indonesia.
Berita ini ditulis pada tanggal 03 April 2026 di Kendari.